Enter your keyword

(Bahasa) FT UNJ pamerkan prototipe Sepeda Listrik dan Killing Virus

(Bahasa) FT UNJ pamerkan prototipe Sepeda Listrik dan Killing Virus

(Bahasa) FT UNJ pamerkan prototipe Sepeda Listrik dan Killing Virus

Humas UNJ, Jakarta – Fakultas Teknik UNJ telah ditetapkan sebagai piloting Zona Integritas UNJ Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (21/12). Selain penandatanganan pakta integritas Fakultas Teknik juga menampilkan simulasi layanan berbasis digital.

Fakultas Teknik menghasilkan inovasi seperti alat peminjaman bahan praktik otomatis, aplikasi peminjaman alat praktik, absensi tamu digital, dan juga agenda digital untuk para dekanat.

Dr. Uswatun Hasanah selaku Dekan Fakultas Teknik mengatakan simulasi ini menjadi inovasi untuk memutus pelayanan yang masih serba manual. Fakultas Teknik dengan segala kreativitasnya memiliki modal yang dapat menghasilkan inovasi berbasis digital.

Foto Dr. Uswatun Hasanah (Dok Humas UNJ)

“Kita punya modal untuk  mengembangkan fakultas teknik yang benar-benar menunjukkan keilmuan kepada masyarakat,” tutur Dr. Uswatun Hasanah.

Sepeda listrik dan Kirus

Selain simulasi layanan berbasis digital, Fakultas Teknik juga menampilkan prototipe sepeda listrik dan Kirus (Killing Virus). Drs. Pitoyo Yuliatmojo yang juga Wakil Dekan II Fakultas Teknik menjelaskan inovasi sepeda listrik ramah lingkungan ini adalah kendaraan hybrid dengan menggunakan energi baterai.

“Yang menjadi konsen penggerak yang ada di gearbox, rantai dipakai pengendara jika ingin pindah ke mode manual jadi sangat baik untuk digunakan di lingkungan kampus,” ujarnya.

Foto Rafiudin Syam, Ph.D. disamping Kirus (Dok Humas UNJ)

Fakultas Teknik juga menampilkan prototipe Kirus. Rafiudin Syam, Ph.D. menjelaskan Kirus ini didesain untuk menyambut pembelajaran tatap muka. Kirus memiliki moto, ‘Kelas Aman, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Aman’. Kirus bisa digunakan untuk kelas dengan kapasitas 30 orang dalam satu kelas.

Menurut Rafiudin Syam, Ph.D., Kirus telah dikembangkan dengan standar Kementerian Kesehatan. Kirus juga dikembangkan dengan menggunakan teknologi filter dan UV-C. Teknologi filter ini menggunakan double power untuk menyaring virus dan jika bermutasi bertambah kecil akan disaring UV-C.

“Seluruh virus apa pun masuk sini pasti mati,” ujar Rafiudin Syam, Ph.D. yang juga dosen Pendidikan Teknik Elektronika ini.

Sejauh ini kirus dalam proses HAKI. Kirus juga akan dikirimkan ke pelbagai fakultas di UNJ. Ke depan alat pembasmi virus ini juga dapat disalurkan ke setiap kelas untuk menunjang perkuliahan tatap muka di UNJ.

kontributor: Rianto