Enter your keyword

(Bahasa) Dies Natalis FPPsi UNJ yang ke-3

(Bahasa) Dies Natalis FPPsi UNJ yang ke-3

(Bahasa) Dies Natalis FPPsi UNJ yang ke-3

Sorry, this entry is only available in Bahasa For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Humas UNJ (21/10/2019) – Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperingati hari jadinya yang ke-3, sekaligus Prodi Psikologi UNJ ke-11. Seminar Simposium dan Lomba Poster dalam rangka Dies Natalis ke-3 dilaksanakan pada Senin, 21 Oktober 2019, di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika, Kampus A UNJ. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Suyono, Dekan Psikologi Universitas Tama Jagakarsa, Tjitjih Hamidah, M.Psi., Dekan FPPsi, Dr. Gantina Komalasari, M.Psi,, Dekan FBS, Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd., Dekan FIP, Dr. Sofia Hartati, M.Si., Kepala Biro, Lembaga, serta seluruh sivitas akademika UNJ.

Prof. Suyono, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Fakultas dan Prodi Psikologi UNJ, “seminar symposium ini sangat baik, diharapkan dapat menginspirasi kita semua untuk bisa merencanakan dan memprogram yang lebih baik agak Fakultas Pendidikan Psikologi lebih cepat kemajuannya,” jelas Prof. Suyono. Bicara soal Dies Natalis, Prof. Suyono menambahkan, yang dilihat adalah waktu dari tahun ke tahun, ketika FPPsi didirikan pasti ada impian yang ingin dicapai, salah satunya yang sudah dicapai akreditasi Prodi Psikologi sudah A. Dibalik keberhasilan, kita juga perlu evaluasi dengan mencari yang kurang untuk merencanakan lebih baik lagi kedepannya dan dijadikan pembelajaran. UNJ punya visi bereputasi di Kawasan Asia, untuk itu kita harus melakukan perencanaan yang baik dan bekerja semaksimal mungkin dalam berbagai hal agar bisa mengejar universitas-universitas di tingkat Asia. Untuk menjawab tantangan piskologis di era Revolusi Industri 4.0, Dies Natalis FPPsi 2019 mengangkat tema “ROGERS : Reconnect Each Others”. Salah satu dampak berkembangnya Revolusi Industri 4.0 adalah kurangnya interaksi secara nyata dengan sesama, interaksi sosial semakin berkurang digantikan gawai.

Mengutip dari salah seorang tokoh Psikologi Individual Alfred Adler bahwa motivasi utama individu adalah pada relasi/hubungan sosial dan individu memiliki 3 tugas utama dalam hidup yaitu; menjalin pertemanan (social task), membentuk relasi intim (love–marriage task), dan berkontribusi terhadap masyarakat (occupational task). Oleh karena itu pribadi yang sehat adalah yang mampu melaksanakan tugas utama hidupnya. “Oleh karena itu melalui rangkaian kegiatan Dies Natalis FPPsi 2019 diharapkan dapat menjadi wadah untuk mendorong kesadaran akan pentingnya melakukan interaksi sosial secara langsung hingga mampu menimbulkan efek positif bagi kesejahteraan psikologis individu,” ujar Dr. Gantina dalam laporannya.

Tema Simposium itu sendiri A Lovely Life by Live Interaction in 4.0 Industry Revolution, membahas tantangan psikologis di era Revolusi Industri 4.0 dari perspektif psikologis yang akan dikaji oleh dosen psikologi UNJ Ibu Zarina Akbar, Ph,D, berbagi pengalaman baik mengenai dampak negatif era digital dan social media toxic yg akan dibahas oleh penyintas Anxiety Disorder Bpk I Made Suri Pandu, dan mengenai dampak positif dan cara menghadapi revolusi industry 4.0 dengan asertif dan kreatif dari perspektif penulis dan founder komunitas menulis “Pena Rasa” Ibu Sri Izzati, S.Psi. Pembukaan rangkaian acara Dies Natalis FPPsi ke-3 dan Prodi Psikologi ke-11 dilakukan secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Suyono, dan Dekan FPPsi, Dr. Gantina Komalasari, M.Psi.